tercermin sebuah kebenaran,
yang tanpa kepastian,
dengan lembut menyentuh angan,
yang bukan kenyataan,,
tertegun di eluk-elukan,
luluh yang mengerikan,
kemudian dengan kesadaran,
jatuh yang tak bergantian,,
kemunafikan berjalan,
seirama perwatakan,
seakan hidup hanya bualan,
tanpa perlu kejujuran,,
No comments:
Post a Comment